Google






Jazakumullah ...
























Website counter



Kirim

Artikel

Sahabat

Ke Blog ini

Di Alamat

karang40@gmail.com

Yang Banyak ya..

Syukron

<$Selasa, 24 Juni 2008$>
"BERITA DUKA"
Innalillaahi wa innailaihi rooji'uun. Telah berpulang ke rahmatullah Ibunda sahabat kita Aditya Herry Emawan (MSP '40). Mudah-mudahan amal dan ibadahnya diterima di sisi Allah SWT. Segenap direksi kru Karang 40 turut berduka cita serta memberi semangat, semoga keluarga yang ditinggalkan bisa tetap sabar dan tabah. Amin.
<$Senin, 23 Juni 2008$>
"SEMINAR AKH AHMAD SUDARSONO"
Ikhwatifillah . . . . Agendakan tanggal 30 Juni 2008 pukul 09.00 WIB di RKJ 3 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Seminar hasil penelitian Akh Ahmad Sudarsono, diharapkan doa dan kedatangannya.
<$Minggu, 22 Juni 2008$>
“SELAMAT DATANG DI BUMI LASKAR PELANGI"

Sebuah tulisan yang terpampang di baliho besar di Tanjung Pandan terlihat begitu indah dengan latar pemandangan pantai pasir putih yang menyiratkan keindahan yang luar biasa. Itulah sebuah papan reklame yang manarik perhatian saya ketika minggu lalu berkunjung ke Pulau Belitung. Mungkin sudah banyak diantara kita yang membaca atau sekedar mendengar tentang fenomenalnya novel "Laskar Pelangi" yang lahir dari pulau kecil ini. Apa komentar ikhwan tentang novel ini?


Walaupun tanah kelahiran saya ada di pulau sebelahnya yakni Pulau Bangka, kedatangan saya di Belitung kali ini adalah yang pertama kali. Namun, secara sosial kultural, kondisi kedua pulau yang tergabung dalam satu propinsi ini tidak jauh berbeda. Hanya saja pulau Belitung lebih terlihat asri dan keindahan alamnya masih lebih terjaga dengan baik. Masih banyak terlihat pepohonan yang rimbun dan pantai dengan pasir putihnya di sepanjang jalan raya yang mengelilingi pulau tersebut. Lingkungan yang masih perawan ini tetap terjaga karena masyarakat di Belitung relatif masih taat pada hukum adat yang merupakan kearifan lokal dalam menjaga kelestarian hutan, sungai dan laut di daerahnya.


Kembali ke novelya Andrea Hirata. Menurut saya novel tersebut merupakan sebuah novel yang luar biasa indahnya, baik dari segi sastra maupun pelajaran atau hikmah yang terkandung di dalamnya. Jadi ketika mendengar film ini akan di filmkan, saya sangat antusias menunggu hal tersebut terjadi. Dengan harapan film tersebut mampu menggambarkan kedahsyatan novelnya sehingga akan bernasib serupa seperti novel Ayat-Ayat Cinta and The Movie. Ternyata, perjalanan saya ke Belitung kali ini bertepatan dengan proses syuting Laskar Pelangi The Movie. Karena pulaunya kecil (nggak jauh beda ama luas Bogor), maka pertemuan dengan beberapa aktor yang berperan dalam film tersebut dan melihat proses serta lokasi syuting adalah pengalaman yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.


Sebenarnya sejak take off dari Bandara Soekarno-Hatta, saya sudah satu pesawat dengan Rieke Diah Pitaloka (Si Oneng), Tora Sudiro dan artis lainnya. Awalnya saya tidak tahu tujuan mereka ke Belitung, akan tetapi salah satu teman saya iseng bertanya ke Oneng dan katanya mereka ada syuting di pulau tersebut. Teman saya itu sangat antusias sekali bicara dengan Oneng karena kebetulan dia adalah salah satu fans berat Laskar Pelangi. Ketika ditanya siapa pemeran anak-anak yang jadi personel Laskar Pelanginya, ternyata ke 11 (ditambah Flo) pemerannya bukan artis cilik yang terkenal, tapi dari anak-anak asli Belitung. Kalo mau liat wajah anak-anaknya download aja attachment diatas.


Kedatangan saya ke Belitung adalah dalam rangka sebuah riset tentang perubahan sosial ekonomi masyarakat nelayan akibat penambangan timah. Karena sampel dan respondennya menyebar di seluruh wilayah, maka hampir setiap jengkal Pulau Belitung saya jajaki. Jadi hampir seluruh lokasi yang di sebutkan dalam novel, terutama Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi telah saya datangi. Hanya rumahnya Andre Hirata dan lokasi sekolahnya saja yang tidak sempat disinggahi karena masih di blokir untuk kegiatan syuting. Eh disana sempat ketemu dengan pamannya Nola juga lho....(Namanya Pak Sun)


Bagi masyarakat Belitung, Laskar Pelangi adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi mereka. Novel yang diangkat dari kisah nyata ini telah banyak memberikan inspirasi bagi banyak pembacanya. Novel ini juga mampu merubah dunia pendidikan di daerah sang penulis dilahirkan. Banyak anak-anak yang putus sekolah atau bahkan tidak pernah sekolah kembali dengan semangat melanjutkan pendidikan mereka. Orang tua yang dahulu tidak terlalu peduli dengan sekolah anaknya, kini menjadi sangat memperjuangkan anak mereka agar tetap bisa bersekolah. Bukan hanya itu saja, sejak boomingnya novel itu, kehidupan masyarakat, terutama di areal pesisir laut semakin meningkat karena wisatawan yang berkunjung meningkat. Bahkan bupati dan DPRD pun merasa bangga dengan kehadiran Laskar Pelangi ini, sehingga baru-baru ini slogan Kabupaten Belitung Timur itu pun diubah menjadi “Bumi Laskar Pelangi Satu Hati Bangun Negeri”


Yah sekali lagi saya berharap film yang disutradari Riri Reza ini dapat memenuhi harapan kita terutama penggemar Tetralogi Laskar Pelangi. Bagi ikhwafillah yang belum pada baca disarankan untuk mengkhatamkan dahulu novelnya, biar nanti nonton filmnya tambah seru. Tapi kalo bisa jangan beli yang bajakannya, he..he..he..


Bogor, 18/6/2008

Kastana Sapanli